Kamis, 26 Mei 2016

ASAL USUL ADZAN



Assalamu'alaikum wr.wb.

Seringkali kita mendengar adzan yang dikumandangkan oleh muazzin sehari 5 kali. Namun banyak yang belum mengetahui asal mula adzan itu ada.

Ketika masa Rasulullah beliau masih berada di Mekkah dan adzan itu belum ada.Begitupun dengan shalat , masih dilaksanakan secara sembunyi-sembunyi. Karena bangsa Quraisy sangat marah dengan orang-orang yang melakukan shalat.

Dan apabila datang waktu shalat kaum muslim berkumpul diam-diam tanpa sepengetahuan orang Quraisy. Lalu diantara mereka ada yang menyerukan kalimat pelan "As shalatu jaami'ah" , artinya "Marilah kita shalat bersama-sama."

Pada umumnya kaum muslimin melakukan shalat dengan sendiri-sendiri. Karena shalat berjamaah belum dimengerti. Dan sesudah di Madinah , jumlah kaum muslim semakin bertambah banyak, shalat bersama-samapun terasa menjadi kebutuhan sehari-hari. Dan shalat bersama Nabi menjadi idaman.

Tetapi ada suatu keganjalan , karena untuk mengumpulkan jamaah agar serentak pada suatu waktu agaka susah . Maklum cara khusus belum dimiliki oleh kaum muslimin. Semua orang berunding untuk mencari ide bagaimana cara mengumpulkan jamaah supaya bisa serentak mengerjakan shalat.

Pertemuan segera diadakan , dan Nabi "Rasulullah" langsung mengutarakan masalahnya. Dan semua sahabat yang telah hadir sama-sama mengeluarkan ide bagaimana cara untuk mengumpulkan jamaah. Ada yang mengibarkan bendera, membuat api unggun , meniup terompet dan lain sebagainya, Namun dari sekian banyak usulan atau pendapat , tidak satupun yang menarik perhatian . Bahkan Nabi memberi batasan atas berbagai usul itu agar tidak menyerupai golongan yang lainnya.

Pertemuanpun telah diakhiri tanpa mendapat hasil yang pasti. Dan malamnya , ada seorang sahabat bernama "Abdullah Bin Zaid" bermimpi bahwa dirinya  kedatangan seseorang yang berpakaian serba hijau dan membawa lonceng .
Lalu ia bertanya : "Wahai hamba Allah , apakah akan engau jual lonceng itu?"
Ia menjawab : "Apakah gunanya bagimu , wahai kisanak?"
Sahabat Abdullah Bin Zaid berkata "Akan kami gunakan untuk mengumpulkan orang-orang yang akan melaksanakan sembahyang atau shalat."

Kemudian hamba Allah itupun bertutur kepada Abdullah Bin Zaid. "Aku hendak mengajarkan kepadamu suatu cara yang lebih daripada segala-galanya."
Sahabat Abdullah Bin Zaid berkata : "Jika demikian , kami akan merasa senang sekali . Ajarkan kepada kami.....ajarkan .."

Kemudian orang yang berpakaian serba hijau tadi naik ke atas masjid dan mengajarkan lafazh "adzan" yang begitu indah , menarik dan menawan anak telinga. Hingga meresap keurat nadi , mengalir ke peredaran darah lalu ke ulu naluri degup jantung.

Kebesaran Allah azza wa jalla dan keagungan-NYA sungguh terasa seperti adzan yang setiap hari kita dengar.

Keesokan harinya , Abdullah Bin Zaid menghadap Nabi Rasulullah dan bercerita sepenuhnya. dan Nabi bersabda : "Mimpi itu adalah benar." Nabi pun segera menyuruh Bilal untuk menyerukan adzan itu dan memberitahukan shalat subuh untuk pagi hari itu juga.

Kaum muslimpun mendengar adzan itu yang dikumandangkan oleh Bilal. sahabat Umar Bin Khattab segera menemui Nabi Rasulullah seraya berkata : "Demi Allah yang telah mengutus engkau dengan haq Ya Rasulullah , aku juga melihat dalam mimpiku akan cara yang sama yang sudah dialami oleh Abdullah Bin Zaid dalam mimpinya itu . Sebagaimana Bilal kumandangkan."Ucap sahabat Umar Bin Khattab.

Maka Nabi Rasulullah pun bersabda : "Segala puji bagi Allah."
Oleh sebab itu , maka sejak itulah adzan tetap dipakai kaum muslimin pada setiap saat waktu shalat tiba. Dan untuk muazzin, Rasulullah Bilal telah mengambil tempat sepanjang hidup beliau baginda Nabi. Bilal tercatat cacat lidahnya karena ulah siksaan "Umayyah" majikannya sebelum kebebasannya ditebus oleh sahabat Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyullahu'anhu.
Kasih sayang Allah begitu besar bagi Bilal dan para sahabat muslim lainnya.

Nah ......itulah teman-teman asal mula adanya adzan sebelum shalat dikerjakan.
semoga bermanfaat bagi kita sesama muslim
Salam sayang dan sukses selalu

NITAELEK
---------------

Tidak ada komentar: