Jumat, 04 Maret 2016

KAULAH HIDUPKU AYAH

Ayah
Aku tau kau tak mengandungku
Tapi darahmu mengalir di tubuhku
Kau mewarisi kedermawaan dan kerendahan hati
Ayah
Kau memang tak melahirkanku
Tapi gema suara adzanmu lah yang pertama kali mengenalkanku pada Allah 
Ayah
Aku tau kau tak menyusuiku
Tapi dari keringatmu lah setiap suapan yang menjadi air suau untuk ku minum 
Ayah
Ku tau kau tak menjagaku setiap saat 
Tapi aku tau di setiap do'amu kau tak pernah lupa menyebut nama putra putri mu ini
Ayah
Aku tak pernah mendengar tangisanmu
Yang ku pikir kau begitu kuat dan tegar 
Tapi tidak ...
Semua kau lakukan hanya ingin membuatku tak ragu untuk berlundung di lengan dan dadamu , ketika ku merasa tak lagi aman
Ayah 
Kadang aku bertanya
Kenapa pelukanmu tak sehangat dan seerat pelukan ibu ?
Dalam fikirku ... Mungkinkah kau tak begitu menyayangiku ?
Tapi tidak ...
Semua kau lakukan karena takut tak bisa melepasku ketika tiba saatnya kedewasaanku mengalihkan posisimu di sampingku
Ayah
Kenapa kau tak begitu khawatir dan takut , ketika aku terluka dan hampir putus asa ?
Dalam fikirku ... Ku pikir kau tak begitu peduli terhadapku , tak seperti ibu yang selalu menghawatirkanku 
Tapi aku salah
Semua kau lakukan karena kau ingin aku tumbuh menjadi pribadi yang mandiri , kuat dan sabar
Ayah
Di setiap tetes keringatmu
Di setiap derai lelah nafasmu 
Disitu ada pembelajaran untukku
Disitu ada ilmu yang harus ku praktikan
Meskipun syurga di telapak kaki ibu 
Tapi ibu adalah tulang rusukmu ayah
Kalian adalah peran penting dalam hidupku
Terima kasih ayah 
Kau telah mengajariku banyak hal
Maafkan aku ayah yang masih belum biaa membahagiakanmu dan menjadi yang kau inginkan 
Ayah
Mungkin aku tak akan mampu membalas semua pengorbananmu
Tapi do'a ku akan selalu terlantun untuk mu
I miss you Ayah 


Nitaelek
------------

Tidak ada komentar: