Kamis, 24 Maret 2016

HAMPA








Semenjak kau meninggalkanku ,  aku merasa tak punya siapa-siapa meski banyak yang menyayangiku . Namun ayah lah yang paling berharga dalam hidup Nita .

Bukan aku tak ikhlas atau tak bersyukur , namun seandainya dulu aku tak pergi merantau mungkin beliau masih bisa melihat indahnya dunia .

Ayah , maafkan aku atas kelabilanku dulu . Sekarang semuanya telah terjadi dan tak mungkin bisa terulang kembali . Sejujurnya aku rindu sekali dengan mu ayah . Apakah ayah juga rindu Nita ?

Banyak kata yang ingin Nita ceritakan sama ayah . Cerita yang belum sempat Nita ucap . Dan masih banyak pula hal-hal yang belum ayah tahu . Karena Nita belum berani mengungkapkannya .
Ayah , ku harap engkau bisa merasakan apa yang aku rasakan saat ini . Hanya engkau yang menjadi semangat hidupku .

Ayah , apa kau tahu ?
Banyak orang jahat yang datang dalam hidupku . Mereka jahatin Nita ayah , mereka bohongin Nita , khianati Nita . Ayah pasti tak tahu kan apa yang pernah terjadi dengan ku ?
Ayah, aku ingin engkau selalu ada di sampingku , menemaniku , mengingatkanku dikala aku lalai berbuat baik . Tak ada seorang pun yang mengerti perasaanku ayah . Hidupku seakan hampa ayah , tak ada tujuan,  tak ada harapan .
Entah apa yang ada dalam fikiranku , terkadang aku optimis dan kadang pula aku pesimis . Aku berfikir hidup ku tak ada gunanya .

Ayah , temani aku dimana pun aku berada . Engkau akan selalu hidup dan bersinar dalam lubuk hatiku ayah . Semoga tempat yang indah selalu bersama mu ayah , aamiin .

Putrimu  ,

NITAELEK
-----------------

Tidak ada komentar: